Pihak berwenang di Paksitan melaporkan lebih dari 600 orang, sebagian besar anak-anak, melakukan tes HIV dan dinyatakan positif. Hal ini terjadi setelah dokter diduga menggunakan jarum suntik yang terkontaminasi.
Dilansir dari Asia One, Rabu (29/5), laporan itu muncul pada Minggu (26/5). Kebanyakan dari mereka anak-anak, telah dites HIV positif di sebuah kota di provinsi Sindh selatan.
Kekhawatiran tumbuh setelah ratusan orang diduga terinfeksi oleh seorang dokter menggunakan jarum suntik yang terkontaminasi di Kota Rato Dero dan desa-desa di sekitarnya dari Kabupaten Larkana.
"Sekitar 681 orang, di antaranya 537 adalah anak-anak dari usia dua hingga 12 tahun, telah dites positif HIV sampai kemarin di Rato Dero," kata penasihat kesehatan khusus, Zafar Mirza, pada konferensi pers di Islamabad.
Zafar juga mengatakan, 21.375 orang telah diskrining di Rato Dero.
"Peningkatan jumlah pasien yang dites positif HIV adalah masalah yang sangat memprihatinkan bagi pemerintah," ucapnya.
"Penggunaan jarum suntik yang tidak aman mungkin menjadi salah satu penyebab penyebaran penyakit ini, tetapi pemerintah berusaha keras untuk memastikan penyebab pastinya."
"Perdana Menteri, Imran Khan, akan mengungkap langkah-langkah drastis untuk mencegah penyakit setelah kita memastikan penyebab penyebaran penyakit."
Para orang tua di daerah itu khawatir masa depan anak-anak mereka akan dirugikan setelah tertular HIV, terutama di negara yang masyarakat miskin hanya memiliki sedikit pemahaman tentang penyakit atau akses ke perawatan.
Pakistan telah lama dianggap sebagai negara dengan prevalensi rendah untuk HIV, tetapi penyakit ini berkembang pada tingkat yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan pengguna narkoba suntikan dan pekerja seks.
Dengan sekitar 20.000 infeksi HIV baru yang dilaporkan pada tahun 2017 saja, Pakistan saat ini memiliki tingkat HIV yang tumbuh tercepat kedua di Asia, menurut PBB.
Populasi Pakistan yang melonjak juga menderita beban tambahan, karena tidak memiliki akses yang memadai ke perawatan kesehatan berkualitas setelah kurangnya investasi oleh negara selama beberapa dekade.
0 comments:
Post a Comment